Pengurus RT/RW di Jakarta Minta Honor Naik

Selasa, 14 Desember 2010 - 6:06 WIB

| More
Pengurus RT/RW di Jakarta Minta Honor Naik

JAKARTA (Pos Kota) – Sejumlah Ketua RT dan RW di Jakarta meminta honor mereka naik, karena yang selama ini mereka terima tidak cukup sesuai dengan tingkat kebutuhan hidup, selain itu tugas dan tanggungjawab yang diemban juga berat.

Ketua RT/RW memang dituntut harus menjadi ujung tombak warga, mereka juga bisa mengayomi, menciptakan ketertiban, harus siap waktu saat dibutuhkan warga. “Ya kalau bisa uang operasional yang selama ini hanya Rp 600 ribu, kalau bisa dinaikkan, mengingat banyaknya kegiatan di wilayah” kata Amiruddin Ketua RT 1/5 Semper Barat, CIlincing.

Dengan adanya peningkatan honor itu berarti pengabdian kita selama ini dihargai pemerintah. Ketua RT dan RW selama ini merupakan ujung tumbak dari pemerintahan. Meski begitu kinerja mereka sampai saat ini hanya dipandang sebelah mata oleh pemerintah baik daerah maupun pemerintah.

Sementara itu Sekkodya Jakarta Utara, Tri Kurniadi mengatakan, dalam upaya meningkatkan kinerja para pengurus RT,RW dan Dekel selama, pihaknya telah mengalokasi anggaran yang diberikan untuk perangkat di lini terdepan ini secara variatif. Untuk RW mendapatkan Rp700 ribu per bulan, RT sebanyak Rp600 per bulan dan Dekel Rp1 juta per bulan.

“Meski begitu pihaknya sudah mengalokasikan anggaran untuk pengurus RT/RW dan Dekel. Ini kami lalukan supaya mereka juga dapat malayani masyarakat dengan baik dan benar,”jelas Tri Kurniadi.

Menanggapi adanya romor bahwa sejumlah pengurus RT/RW di Kel Semper Barat, Cilincing meminta kepada siapa saja dan oknum yang kerap menyamakan posisi dan kinerjanya sebagai calo pelayanan atau yang lainnya dia dengan tegas membantahnya. Menurutnya, peran RT/RW di masyarakat sangat berat selain harus bisa mengayomi warga, memposisikan diri untuk tak berpihak, siap kapanpun dibutuhkan warga dalam menyelesaikan persoalan, sebagai pelayanan dilini bawah sampai harus mengantarkan warga ke kantor kelurahan jika dibutuhkan.

JAKARTA SELATAN

Sementara itu, pengurus RT, RW dan Dewan Kelurahan di Kelurahan Karet Semanggi, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan
mendesak Pemprov DKI Jakarta segera kucurkan uang operasional. Pasalnya sejak tiga bulan terakhir ini mereka belum juga menerimanya, padahal kegiatan kemasyarakatan sangat banyak.

“Sebagai pengurus RT, kami memang dituntut untuk pengabdian terhadap warga. Tapi dengan adanya uang operasional kan lumayan untuk membiayai sejumlah kegiatan lingkungan,” ujar Ismail, Ketua RT 02 RW 04 Kel.Karet Semanggi, Senin (13/12).

Sejumlah kegiatan dimaksud antara lain untuk membiayai kerja bakti, penghijauan dan kegiatan social lainnya. Tak heran, berhubung sejak Oktober uang operasional RT sebesar Rp600 ribu/bulan belum juga cair, sehingga sebagian pengurus RT termasuk Ismail harus menggunakan uang pribadi maupun saweran dengan warga setempat.

Lurah Karet Semanggi Syamsul Bahri Nasution mengakui hingga Senin (13/12) uang operasional sebagai bentuk apresiasi Pemprov DKI Jakarta terhadap kinerja pengurus RT, RW dan Dewan Kelurahan di wilayahnya memang belum dikucurkan. “Informasi yang saya dapat uang operasional tersebut akan cair paling cepat minggu ini serentak se-DKI,” kata Syamsul.

(rachmi/wandi/sir)

Bookmark and Share
Komentar Terkini (Belum ada Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id