Desa Amplas Percut Sei Tuan

Bentrok Antarwarga, 7 Rumah Dibakar 3 Luka Bacok

Sabtu, 30 Oktober 2010 - 18:32 WIB

| More

MEDAN (Pos Kota) – Bentrokan antar warga terjadi di lahan garapan, Jalan Selambo, Desa Amplas, Dusun 3,Kecamatan Percut Sei Tuan, Sabtu (30/10). Dalam insiden ini 7 rumah warga dibakar dan 3 orang menderita luka bacokan senjata tajam.

Informasi yang diterima Pos Kota, kejadian itu sekitar pukul 12.30 Wib. Namun, menjelang sore suasana di lokasi kejadian masih mencekam, meski masing-masing kubu bertikai sudah menahan diri.

Di sejumlah lokasi sebagian warga terpaksa mengungsi ke musola yang berada tak jauh dari lokasi. Belum diketahui motifnya, namun isu yang berkembang akibat dendam kedua kelompok telah berlangsung lama. Menurut warga inti persoalan gara-gara memperebutkan lahan garapan bekas HGU milik PT Perkebunan Nusantara II.

Keterangan lain menyebutkan, bentrokan ini merupakan akumulasi dari saling klaim antara warga Dusun III dengan warga Dusun VI, atas lahan pertapakan bekas PTPN II di kawasan tersebut.

Pertikaian sudah mulai terjadi sejak awal 2010 lalu. Dan mereka juga sudah saling mengadu ke kepolisian, namun diduga karena pengaduan kurang ditanggapi membuat bentrok kembali terjadi.

Dalam peristiwa itu satu warga mengaku bernama Deni, 20, menyatakan bahwa pamannya, Kespes Siahaan, kemarin sore, diculik warga Dusun III . “Saat itu pamanku sedang berada di kamar mandi. Tiba-tiba dia diambil paksa. Dia diikat dan kemudian dipukuli dipaksa mengaku melakukan perusakan lahan garapan mereka,” tukas Deni.

Tidak terima atas perlakuan ini, pada Sabtu siang, mereka melakukan penyerangan menuntut pertanggungjawaban atas penculikan yang dilakukan. Dalam bentrok tersebut 3 warga dirawat di Rumah Sakit Pirngadi Medan (RSPM).  Selain itu 7 rumah dibakar. Bentrokan akhirnya mereda setelah aparat Polresta Medan diterjunkan ke lokasi kejadian dan sejumlah saksi menjalani pemeriksaan.

Kepala Polsekta Percut Sei Tuan, AKP Maringan Simanjuntak, membenarkan adanya bentrokan antara warga ini. “Bentrokan karena perebutan lahan garapan. Ada tujuh rumah dibakar dan beberapa orang terluka. Saya belum bisa berikan keterangan
lainnya, karena kami masih terus mendalami kasus ini,”ungkap Maringan.

(samosir/sir)

Bookmark and Share
Komentar Terkini (Belum ada Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id