Istana Bakal Dikepung, SBY Ngungsi ke Bogor

Selasa, 19 Oktober 2010 - 13:45 WIB

| More
Istana Bakal Dikepung, SBY Ngungsi ke Bogor

BOGOR (Pos Kota) – Seruan kepung istana yang dilakukan mahasiswa dan elemen masyarakat, membuat Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY), akan meninggalkan Jakarta menuju istana Bogor Rabu (20/10) pagi.

Kepastian kedatangan SBY bersama Kabinet Indonesia bersatu (KIB) II dan sejumlah pejabat negara ke istana Bogor disampaikan Kabag Ops Polres Bogor Kota, AKP Irwansyah.

Menurut AKP Irwansyah yang sudah satu minggu terakhir melakukan koordinasi dengan semua elemen, Presiden SBY akan datang ke istana Bogor sekitar pukul 10.00 pagi. Namun Irwansyah menolak anggapan, kedatangan SBY ke Bogor, terkait aksi demo besar-besaran yang dilakukan mahasiswa dan masyarakat, terkait evaluasi satu tahun masa jabatannya.

Istana Bogor sejak Selasa (19/10) sudah dinyatakan steril dari pengunjung. Pengamanan seputar area Kebun Raya Bogor (KRB) juga di perketat. Bahkan dalam pesan singkatnya yang diterima, Kabag Ops mengatakan, pihaknya sudah diperintahkan kapolri dan Kapolda untuk “siaga satu”.

“Sepertinya genting juga nih. Arahan TB 1 dan Kapolda Jawa Barat cukup serius,” kata AKP Irwansyah melalui pesan singkatnya.

Sementara Fadli, Ketua BEM Eksekutif Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) mengatakan, Presiden SBY terlalu panik dengan aksi mahasiswa dan masyarakat yang menyoroti kinerjanya selama satu tahun berjalan.

Menurut Fadli, aksi mahasiswa, seharusnya direspon dengan perbaikan kerja demi kesejahteraan rakyat dan bukan dalam bentuk kepanikan, apalagi meninggalkan Jakarta dan berlindung di Istana Bogor.

“Presiden SBY lebay. bahkan kepanikannya membuatnya alay. Saya nggak tahu, apakah benar dia takut, atau pembisiknya yang salah memberi masukan. Yang jelas, kami akan turun secara besar-besaran untuk kepung Istana. Jika presiden SBY ke Bogor, kami akan ikut dia untuk berdemonstrasi,” kata Fadli.

Fadli juga meminta petugas kepolisian, agar bertindak sesuai dengan aturan main dalam menghadapi para pendemo. Mahasiswa dan masyarakat, bukan pelaku kriminal yang dihadapi dengan kasar apalagi harus dengan perintah tembak di tempat.

“Jika tindakan represif dilakukan polisi terhadap mahasiswa, maka akan semakin memperparah citra SBY. Ini negara hukum bukan negara bar-bar,” papar Fadli. (yopi/dms)

Bookmark and Share
Komentar Terkini (Belum ada Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id