Menko Kesra

BNPB Bawa Bantuan Korban Banjir Wasior

Rabu, 6 Oktober 2010 - 19:28 WIB

| More

JAKARTA (Pos Kota) – Korban banjir bandang yang melanda wilayah Wasior, ibukota Teluk Wandoma, Propinsi Papua Barat, mencapai 64 orang tewas, 75 luka berat, 461 luka ringan dan 68 orang hilang.

“Hujan deras yang terjadi Minggu (3/10) sore hingga Senin (4/10) dinihari WIT mengakibatkan tiga sungai meluap dan menimbulkan banjir bandang yang membawa lumpur, kayu dan batu,” kata Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono dalam keterangan pers di kantornya, Rabu (6/10) sore WIB.

Agung menambahkan, banjir bandang juga meluluhlantakkan sejumlah bangunan dan infrastruktur seperti rumah warga sebanyak 31 unit, 2 rumah sakit, 1 sekolah, 1 ruas jalan rusak berat, 4 jembatan dan 1 hotel.

“Bandara perintis di Wasior Kabputan Wondama juga belum bisa dipergunakan karena terendam lumpur. Jadi Presiden dan kami masih melihat suasana aman untuk meninjau langsung,” kata Agung. Bencana banjir bandang juga mengganggu hubungan komunikasi, jaringan listrik terputus dan aktifitas masyarakat lumpuh.

BANTUAN

Menko Kesra mengakui, lokasi bencana nyaris terisolir karena sulitnya bantuan masuk. Meski demikian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  sudah mengirimkan tim lintas kementerian yakni Kementerian Kesehatan (Kemkes), Kementerian Sosial, Kementerian PU, TNI dan Polri ke Kab. Teluk Wondama. Pada Selasa (5/10) lalu tim ini tiba di Manokwari  dan langsung menuju Wasior, Kab. Teluk Wondama menggunakan helicopter serta KRI Kalakay. “BNPB membawa bantuan Rp200 juta untuk operasional penanganan darurat,” jelas Agung.

Bantuan lainnya dari BNPB, kata Agung, berupa logistik 3 unit tenda pleton, 80 unit tenda keluarga, 200 lembar tenda gulung,  60 unit velbed, 500 paket sandang, 150 paket kidsware, 150 paket family kit, 100 lembar selimut, 100 lembar tikar, 2250 paket makanan siap saji, 1 ton obat-obatan, 1 ton makanan pendamping Air Susu ibu (ASI), dan 100 lembar kantong mayat dari Kementerian Kesehatan dengan total bantuan seberat 13.075 ton. “Bantuan tersebut diberangkatkan Rabu (6/10) ini pakai pesawat carter,” urainya.

Untuk tenaga medis, tambah Agung, Kemkes telah mengirimkan 7 dokter, sedangkan Kementerian Sosial yang ada di Kab Teluk Wondama mengirimkan bantuan berupa sardencis 600 kaleng, tenda biru 100 buah, tikar 100 lembar, family kit 30 paket, food ware 36 paket dan teko air 120 buah.

Menurut Agung, karena sulitnya lokasi bencana dicapai Tim SAR maupun BNPB maka bantuan logistik, evakuasi,  penanganan darurat serta pencarian korban dilakukan dengan transportasi laut.

Kapal laut yang dipakai membantu bencana ialah: KM Gracelia membawa 75 personil dengan bantuan seberat 75 ton, KM Papua dengan jumlah personil 75 orang, KM Delta Mas II membawa bantuan 58 ton, KRI Kalakay membawa personil 72 orang.

Pemerintah juga akan mengirimkan rumah sakit terapung milik TNI AL yakni KRI Dr. Suharso ke Teluk Wondama. Sementara upaya pencarian terus dilakukan oleh Tim SAR dan PMI. Kodim 1703/Manokwari juga dikerahkan melakukan pencarian dan penyelamatan. Korban yang rumahnya hancur untuk sementara ditampung di rumah-rumah peribatan.

Saat ini, lanjut Agung, kebutuhan mendesak para korban berupa beras 30 ton, air mineral 4500 dos, peralatan dapur umum 50 set, generator listrik (genset) 50 unit, pakaian layak pakai, peralatan masak 500 set, tenda keluarga 1000 lembar, tenda biru 1000 lembar, selimut 1000 lembar, minyak tanah 10.000 liter, minyak solar 10.000 liter, premium 10.000 liter, kantung jenazah 1000 buah, mie instan 5000 karton, obat-obatan 500 pak, makanan ringan 5000 pak dan tenaga paramedis.


(aby/sir)

Bookmark and Share
Komentar Terkini (Belum ada Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id