Berbulan-Bulan Dibiarkan

Halte Bus di Jalan Raya Kembangan Nyaris Ambruk

Senin, 30 Agustus 2010 - 17:33 WIB

| More
Halte Bus di Jalan Raya Kembangan Nyaris Ambruk

JAKARTA  (Pos Kota) – Keberadaan sejumlah sarana kepentingan publik di Jakarta Barat kini makin memprihatinkan.  Akibat pemeliharaan unit terkait yang memble, asset Pemprov DKI Jakarta bernilai miliaran rupiah kini ibarat bangkai besi tua. Contohnya, halte bus yang sudah miring dan nyaris ambruk di Jl Raya Kembangan Selatan sudah berbulan-bulan dibiarkan terlantar.

Warga mendesak Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo supaya lebih peduli terhadap tersedianya fasilitas umum yang memadai karena sebagian diantaranya merupakan uang rakyat berasal dari pajak.

Pantauan Pos Kota, halte bus di Jl Raya Kembangan Selatan misalnya tampak sudah rusak parah. Lima besi penopang sudah miring sekitar 25 derajat, atapnya banyak yang terkoyak. Halte ini juga jorok karena banyak coretan dan bekas tempelan poster, lantainya dipenuhi sampah dan dedaunan. Sejumlah warga setempat menjelaskan, halte ini sebenarnya cukup strategis karena berada di kawasan perbatasan Kembangan, Jakbar dengan Ciledug, Tangerang, Banten. Senin (30/8) siang, di halte itu hanya diisi oleh seorang warga yang menderita gangguan mental dan keleleran di jalanan.

“Halte ini sudah berbulan-bulan rusak parah tapi belum juga diperbaiki. Tentu saja calon penumpang angkutan umum ogah nunggu karena takut ketiban atap halte yang sudah doyong (miring),” kata Andi Farhan, warga Kel. Kembangan Selatan, Senin (30/8).
Baik Farhan maupun warga lainnya sangat khawatir jika hujan lebat disertai angin kencang, tak mustahil halte tersebut bakal roboh. Untuk itu, Pemprov DKI diminta jangan tutup mata atas kondisi ini kecuali jika memang bermaksud menunggu jatuhnya korban.

Halte rusak juga terdapat di Jl Salak Masir, Kel. Tanjung Duren Utara, Kec. Grogol Petamburan dengan atap yang seluruhnya sudah bolong. Sehingga calon penumpang angkutan umum kini makin kegerahan saat siang hari maupun kehujanan. “Kalau hujan saya terpaksa ngungsi di tempat lain yang lebih aman untuk menunggu bus,” kata Sri Hastuti, karyawan swasta yang sedang menunggu bus.

Sedangkan untuk jembatan penyeberangan orang (JPO) kondisinya juga kian mengenaskan. Seperti JPO di depan pertokoan Liberty, Kel. Jembatan Besi, Tambora. Mulai dari kanopi di bagian tangga hingga di sepanjang badan JPO, banyak yang rusak dan sebagian hilang dijarah pencuri. “Lemahnya pemeliharaan ditambah pengawasan yang lemah, sejumlah kanopi dan besi di JPO banyak yang raib,” ujar Muh. Iqbal, warga Jembatan Besi.

Menanggapi minimnya fasilitas umum yang memadai tersebut, Walikota Jakbar Burhanudin mengaku prihatin. Ia segera menugaskan Sudin Perhubungan Jakbar untuk mendata keberadaan halted an JPO yang rusak agar segera diperbaki sehingga kepentingan public tidak terganggu. “Selanjutnya, fasilitas tersebut (halted an JPO) harus dirawat secara berkala oleh unit terkait maupun pamong setempat sesuai wilayah masing-masing agar jangan dibiarkan sampai rusak parah,” tandasnya.

(rachmi/sir)

Bookmark and Share
Komentar Terkini (Belum ada Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id