Ibu-ibu Ribut Dengan Tentara Soal Sampah
Senin, 2 Agustus 2010 - 20:57 WIB
BOGOR (Pos Kota) – Membuang sampah sembarang, membuat warga Kebon Jati kesal. Untuk mengantisipasi aksi oknum anggota TNI AD di Ciluar, yang selalu membuang sampah di Kebun Jati tersebut, warga RT 06/06, Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Minggu (1/8) siang memasang plang larangan bertuliskan tidak membuang sampah, di kebun tersebut.
Pemasangan plang tersebut, setelah Rabu (28/7) lalu, terjadi keributan antara warga RT 06/06. Warga marah karena 20 orang oknum TNI AD membuang sampah ke Kebun Jati, yang berlokasi dekat pemukiman warga.
Warga menuturkan, sudah berkali-kali menegur oknum tentara itu dengan cara yang sopan, agar mereka tidak membuang sampah di Kebun Jati. Namun keluhan warga ini, tidak pernah di tanggapi serius.
”Karena kesal, saya bilang kalau mau buang sampah dipikir dulu pakai otak. Jangan buang sampah di lingkungan orang lain. Kami terpaksa bicara kasar, karena kesal, ” kata ibu Yustina Sumiati, warga setempat.
Teguran disertai plang larangan membuang sampah di Kebun Jahe, rupanya tidak diterima baik. Sebanyak 20 orang oknum tentara mendatangi warga, yang kebanyakan ibu-ibu, langsung marah dan membentak warga. Bahkan salah satu oknum tentara mengeluarkan kata-kata kasar. Tidak hanya itu, oknum TNI juga mengajak warga untuk perang, sambil meludahi ibu-ibu.
Menurut ibu Yustina, oknum tentara itu sebaiknya mereka bekerjasama dengan Dinas Kebersihan Pemda Kabupaten Bogor.” Itu solusi terbaik yang kami tawarkan. Sikap tentara yang mengajak warga sipil k berperang itu salah, karena sekarang bukan jamannya mengangkat senjata berperang melawan kaum lemah/rakyat sipil, tapi sekarang adalah waktunya untuk berperang melawan kerusakan lingkungan,”ujar warga.
“Memang Kebun Jati itu tanah negara, tapi bukan berarti mereka bisa seenaknya membuang sampah di tempat itu. Selama ini kami yang selalu membersihkan sampah-sampah yang dibuang oknum TNI kelokasi tersebut. Perbuatan mereka, telah merusak keindahan lingkungan. Dan kami merasa terganggu,” kata ibu Inosensia, satu warga lainnya.
Menanggapi kejadian tersebut, Komandan Pleton (Danton), KIHUB Divisi 1 Kostrad, Letnan Sopandi, yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, dirinya tidak bisa memberi jawaban, karena ia punya atasan yang berhak memberi jawaban tersebut.“Saya tidak bisa memutuskan, nanti saya laporkan pimpinan, “ ungkap Sopandi. (yopi/B)
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id


Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 