Nelayan Desak DKI Stop Reklamasi Pantai
Minggu, 25 Juli 2010 - 19:05 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – Ratusan nelayan mengikuti pesta laut atau lebih dikenal dengan nama pesta Nadran di Sungai KBT, Marunda Kepu, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (25/7). Meski dibawah keprihatinan nasibnya para nelayan, namun pesta tersebut terlihat meriah, meski tidak seperti sebelum-sebelumnya.
Dalam pesta nadran itu ada yang lain yakni para nelayan membentangkan spanduk yang isinya tuntutan untuk menghentikan reklamasi pantai dan perbaikan nasib nalayan. “Ini dilakukan karena sejak adanya rencana akan dibangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) itu dinilai malah menyengsarakan para nelayan.
“Gara-gara rencana itu banyak para nelayan yang alih profesi antara lain sebagai pemulung, ojek, kuli bangunan dan buruh serabutan. Apakah ini yang diharapkan pemerintah, adanya pembangunan KEK itu malah akan mencekik para nelayan yang berada di pesisir Marunda,”jelas Aslik ketua Nelayan Tradisional Marunda.
Dia bersama para nelayan meminta kepada Pemprov DKI Jakarta untuk segera menghentikan hentikan Reklamasi pantai. Selain itu dia juga berharap kepada pemerintah untuk segera memulihkan kehidupan para nelayan yang saat ini sangat memprihatinkan hidupnya.
“Siapa bilang nelayan di Marunda dan Pesisir Jakarta sudah tidak ada. Selama ini pemerintah bilang kami tidak ada, nyatanya sampai saat ini kami masih menyeplai ikan kepada masyarakat Jakarta. Sebenarnya kami ini adalah salah satu penyumpabg devisa negara,”ungkap Tiarom, yang juga nelayan Marunda.
Sementara itu Ketua Nelayan dan Pemuda, Sueb Magbud 48, menjelaskan, saat ini ada sekitar 419 nelayan yang berada di Marunda. Mereka itu masih aktif mencari ikan di laut, tapi akhir-akhir ini ada sekitar 130 nelayan yang beralih profesi lantaran kondisi ekonominya terpuruk. Ada yang menjadi tukang ojek, pemungut sampah laut dan berdagang. Hal ini
dikarenakan sudah tak punya modal, kesulitan BBM, kondisi alam yang sulit dipredeksi dan belum adanya dipertifikasi alih profesi buat nelayan dari tangkap ke budidaya.
“Kami hanya menginginkan nasib nelayan tetap baik, dan meminta isntansi terkait melakukan dipertifikasi kepada nelayan untuk
menciptakan usaha baru yang menyangkut profesinya ” ujarnya.
Dalam Pesta Nadran di KBT Marunda, hadir Asiten Deputi Kementerian Bidang Pelopor Pemuda H.Amir Hamzah didampingi Camat Cilincing Junaidi dan tokoh masyarakat setempat. Dalam pesta nadran ini selain menyaksikan ratusan perahu nelayan berebut sesajen yang disiapkan dalam satu perahu, juga menyaksikan pentas budaya betawi dari anak-anak nelayan dan Wayang Golek semalam suntuk.
(wandi/sir)
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id


Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 