Pemilik di Indramayu Belum Dengar Kabar

Pengusaha China Borong Sarang Walet

Minggu, 24 Januari 2010 - 16:45 WIB

| More

INDRAMAYU (Pos Kota) – Isu pengusaha China memborong besar-besaran sarang walet di Indonesia, nampaknya belum merambah ke Indramayu.

Banyak pemilik sarang walet di Indramayu dihubungi Pos Kota, Minggu (24/1) mengaku belum mendengar kabar itu. Harga sarang walet kualitas biasa, masih tetap Rp 5 juta per Kg. β€œItu artinya harga sarang walet masih harga lama, belum ada kenaikkan harga setidaknya pada sepekan terakhir ini,” ujar Muhamad, 50, seorang pemilik sarang walet di Indramayu.

Disebutkan, kalaupun ada isu pengusaha China mau borong sarang walet, bahkan sampai menaikkan harga sekitar Rp3 juta dari harga biasa, itu kemungkinan tak bakal mengejutkan pemilik sarang walet di Indramayu.

Soalnya, sejak 2 tahun terakhir ini, hampir seluruh pemilik sarang walet di Indramayu, mengeluhkan adanya penurunan produksi sarang wallet, hingga sekitar 70 persennya.

Sebagai gambaran, kata pemilik walet di Kecamatan Gantar, pada saat kondisi masih normal, produksi sarang walet mencapai 2 Kg selama masa panen 40 hari. Sekarang, produksinya turun paling-paling sekitar 6 ons.

Disebutkan, penurunan produksi sarang walet itu dirasakan para pemilik sarang walet sejak terjadinya penjarahan besar-besaran tanaman kayu di kawasan hutan KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Indramayu.

Hutan kini sudah gundul. Itu mengurangi populasi serangga, yang menjadi makanan burung walet. Karena jumlah serangga di kawasan hutan berkurang, burung walet kesulitan mencari makan. Kemungkinan burung walet itu berpindah ke daerah lain.

(taryani/sir)

Bookmark and Share
Komentar Terkini (Belum ada Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id